Thursday, January 10, 2019

Bidan Pun Mau Tampil Cantik

Lagi-lagi, saya seorang laki-laki mau cerita tentang dunia kecantikan, hahaha… gak apa-apa ya. Kemarin itu tanggal 9 Januari 2019 saya diajak teman saya beauty consultant artistry untuk menemaninya memandu acara Beauty Clinic di salah satu Puskesmas di kabupaten klaten, jawa tengah. Ceritanya kita mau sosialisasi produk perawatan kecantikan “Artistry” di perkumpulan bidan-bidan delima se-kecamatan. Yang namanya bidan so pasti ini perkumpulan ibu-ibu, bukan bapak-bapak kan... di tempat saya gak ada bapak-bapak jadi bidan delima, gak tau deh kalau di tempat anda hahaha…  Jadi menurut saya, menarik juga melihat bagaimana respon para bidan setelah mencoba produk kecantikan Artistry ini.


Jam 12.30 saya berangkat bersama teman saya seorang konsultan kecantikan bernama Ety dan temannya ibu Nur. Tempatnya di aula pertemuan kecamatan. 

Beauty Clinic itu tidak bisa dilakukan dengan jumlah peserta yang terlalu banyak. Karena jika terlalu banyak akan susah bagi beauty consultant untuk mengarahkan, karena itulah harus dibagi menjadi beberapa sesi. 

Sesi pertama atau gelombang pertama. Saya mengamati ternyata peserta Beauty Clinic itu hal pertama yang haus dicoba adalah paket perawatan harian yang terdiri dari Cleansing Gel dan Toner, gunanya untuk membersihkan wajah. Semuanya menggunakan produk Artistry. 

Mas Didit kok tau ya? Apa ikutan jadi peserta? Ya enggak dong… ntar saya jadi cantik kalau ikutan. 

Setelah mencoba perawatan harian, dikenalkan juga perawatan mingguan yaitu Scrub & Masker. Simpel banget kan? Dengan perawatan seperti ini mereka gakperlu lagi mahal-mahal ke salon kecantikan.

Singkat cerita Gelombang pertama selesai, datanglah gelombang kedua. Salah satu dari gelombang pertama itu pamit mau menjemput anaknya ke sekolah.  Beauty consultan mbak Ety menjelaskan bahwa produk masker artistry itu tipis, jadi menjemput anak setelah maskeran gak masalah, itulah keunikan produk artistry ini. 

Maksudnya, jemput anak setelah maskeran ya…bukan maskeran sambil jemput anak nyetir mobil, bukan gitu!

Bahkan jika seandainya kita lagi maskeran di rumah lalu ada tamu, kita tetap bisa menemui tamu tanpa melepas maskernya, karena masker artistry itu tipis kaya pake bedak aja. Kalau anda menemui tamu dengan pakai masker produk lain, bakal lari tuh tamunya, Dikira hantu. 

Yang menarik nih, Beberapa peserta yang sudah menggunakan scrub saling memuji bahwa kulit wajahnya lebih bersih dan cerah setelah menggunakan scrub artistry. Malah mereka sendiri yang saling member penilaian tanpa kami harus berapi-api menjelaskan kelebihan produk artistry, Mereka sudah bisa buktikan sendiri. 

Lalu datanglah gelombang ketiga mencoba produk artistry. Prosesnya sama, mulai dari awal diberikan cleansing gel, toner,scrub, masker. Ada salah satu yang bilang, “Aku mau scrubnya,tapi kok mahal?” Mbak ety kasih solusi, mungkin ibu biasa beli produk lain di toko yang bisa dibagi dua,atau tiga agar irit. Tapi ini jangan dilihat harganya, seperti yang sudah saya demokan, cara pemakaiannya kan sedikit jadi lebih irit. Mengapa demikian,karena bahannya konsentrat, karena itulah sedikit saja sudah cukup. Jadi karena cara pakainya sedikit, gak tau kapan habisnya. so,lebih irit. Kalau dihitung-hitung sama saja jika kita pakai produk lain yang lebih murah tapi pakainya harus banyak. Lagipula produk lain tidak diketahui kandungan kimianya seberapa banyak, kalau artistry sudah jelas tanpa zat kimia berbahaya.

Beauty clinic ini targetnya adalah menarik minat masyarakat untuk menjadi member, bukan jualan produk. Tapi jika ada yang berminat beli produknya juga boleh. Nah, Sampai kloter ketiga selesai, tak satupun yang bersedia menjadi member atau membeli produknya. Bukan tidak suka, justru mereka suka banget. Mereka hanya tidak membawa uang yang cukup pada saat itu. 

Akhirnya ada seorang dokter yang bersedia jadi member dan membeli salah satu produknya,yaitu sabun cuci muka. 

Saat semua sudah mencoba produknya, Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang masuk… jeng jeng jeng…..

Ibu ini sempat lihat-lihat sebentar, lalu ibu itu langsung memberikan kesaksian “Ini produk bagus banget lho… cobain deh”. Lihat wajahku langsung kencang”. Wah, ternyata si ibu pernah mencoba dan masih menggunakan produk artistry. 

Yang barusan sudah mencoba, rame-rame komentar, “Aku pakai ini rasane adem banget lho bu…” “Aku pakai ini rasane seger banget yo…” dll

Melihat teman-temannya suka dengan artistry, Ibu yang terakhir masuk itu berkata, “Kalau kalian suka kenapa gak dibeli? Ayo beli aja”. 

“Iya kami sih tertarik, tapi gak ada uang nih” 

Lalu ibu yang terakhir masuk tadi menepuk-nepuk tasnya sendiri sambil berkata,”Ini duit ditas dipakailah… buat apa duit ini gak dipakai!” Saat itulah kami sadar bahwa ibu itu adalah bendahara yang memegang uang koperasi simpan pinjam di kelompok tersebut. 

Perubahan diawali dari bu dokter, “yo wis, aku beli yang hijau & putih itu”. Yang lain pun ikut-ikutan, “Aku itu.. aku itu..” rame deh pada mau beli semua dengan uang koperasi simpan pinjam hehehe…  Berapa yang terjual? sekitar 3 Jutaan lebih. Keren kan?

Produk kecantikan Artistry itu mahal? Murah kok. Anda hanya belum merasakan manfaatnya saja.

Itulah pengalaman saya kemarin melihat Beauty Clinic di lingkungan bidan-bidan delima. Seru dan menyenangkan. Yuk, ibu-ibu pakai artistry. 

Didit
085695913013

No comments:

Post a Comment